Etitut (Attitude) Pengguna Jalan di Jekardah (Jakarta)

Afa kabur semuah?

Pertengahan bulan di awal 2015 ini mood buat nulis baru sido muncul lagi… Kemarin2 setelah pulang tugas dari kantor keknya malesnya lagi kumat, makanya yang dilakukan hanya baca2 blog saja…untuk komenpun males… Mungkin efek hujan yang semakin sering mengguyur Jakarta dan sekitarnya…hehehe (alesan)

Eniwei baswei, pagi ini ketika buka2 fesbuk ternyata ada yg ngasih tautan artikel dari malesbanget.com, iseng2 YHT buka dan baca artikelnya… Cukup menarik & menggelitik apalagi kita masih dikesalkan dengan aturan baru koh Ahok yg melarang sepeda motor melintasi jalan prokontokol. Ternyata memang kalau dilihat2 sebetulnya yang perlu dibina adalah etitut (sikap) para pengguna jalan, tidak hanya pengguna kendaraan bermotor saja yg brengsek tapi semuanya…termasuk pejalan kaki. Jadi sebelum melakukan pelarangan ini itu ada baiknya dilakukan studi terlebih dahulu…

Berikut saduran dari laman tersebut:

“Jalanan di Jakarta semrawut, semua orang tau itu. Jalanan di Jakarta bisa begitu semrawut salah satunya adalah karena mental para pengguna jalannya sungguh brengsek. Nah, seperti apakah tingkat kebrengsekan pengguna jalan di Jakarta? Siapa yang paling brengsek? Silakan lihat di bawah ini.

Tingkat Kebrengsekkan Pengguna Jalan

Kenapa Mereka Brengsek

Pejalan Kaki

Di Jakarta, pejalan kaki adalah entitas paling rendah di kalangan pengguna jalan dan seringkali menjadi korban dari pengguna jalan yang lain. Namun terkadang, mereka juga bisa brengsek. Misalkan: menyebrang gak di zebra cross/jembatan penyebrangan trus gak pake lihat kiri-kanan lagi. Ini bisa bikin kendaraan ngerem mendadak trus jadi kecelakaan beruntun. Jalanan jadi macet sementara si pejalan kaki udah melenggang kangkung.

Sepeda

Sepeda juga pada umumnya gak brengsek. Tapi terkadang mereka suka mengganggu pejalan kaki karena mereka naik sepeda di trotoar dan terkadang suka bikin macet, karena mereka jalan di jalur cepat, padahal udah jelas kecepatan mereka gak akan secepat mobil. Cara paling bener ya emang harusnya ada jalur khusus sepeda sih.

Mobil

Mobil adalah korban kemacetan yang paling parah, namun terkadang mereka menjadi korban ini karena kebrengsekan mereka sendiri. Mobil-mobil yang tidak sabar seringkali melanggar peraturan seperti menerobos lampu merah, pindah-pindah jalur, atau bahkan melawan arus yang seringkali justru bukannya bikin mereka makin cepet, tapi justru malah bikin mereka dan orang lain jadi semakin kena macet.

Angkot Sejenis Mikrolet

Mereka sungguh brengsek. Sepertinya kuping mereka sudah di-mute dan tingkat kepedulian mereka sudah di-set jadi 0. Jangan pernah ada di belakang mereka ketika berkendara, karena mereka akan berhenti di manapun mereka mau dan mereka tidak akan peduli dengan suara klakson kamu yang membahana itu. Mungkin ada di antara kamu yang mikir kenapa angkot jenis mikrolet ini dibedakan dengan kelas Metro Mini? Nanti. Sabar.

Sepeda Motor

Sebenernya, pengguna motor banyak yang gak brengsek dan mengikuti aturan normal. Sayangnya, sekarang ini punya motor sungguh mudah dan semua orang bisa punya motor, termasuk orang-orang goblok yang sebenernya gak siap naik motor. Kenapa kita bilang gak siap? Karena mereka sama sekali gak peduli dengan aturan jalan dan norma yang berlaku. Sehingga biarpun ada pengendara sepeda motor yang gak brengsek, sepertinya jumlahnya sudah kalah dengan yang brengsek. Pengendara sepeda motor yang banyak ini bisa membuat hal yang salah menjadi benar, seperti misalnya ramai-ramai menggunakan jalur berlawanan, sehingga orang yang berada di jalur yang benar sampai tidak bisa jalan lagi. Jika sudah begini, seolah-olah orang yang berada di jalur yang benar adalah pihak yang salah. Selain itu, mereka juga tidak bisa disalahkan dan seringkali lebih galak apabila mereka salah. Belum lagi masalah jika kamu naik mobil dan mereka tertabrak, walaupun jelas mereka yang salah. Jangan harap kamu bisa menuntut apapun dari mereka. Ingat, kamu kan naik mobil, kamu orang kaya.

Metro Mini/Kopaja/Koantas Bima

Jujur, sebenernya poin ini adalah alesan kenapa kita sampe bikin artikel ini. Setelah dipikir-pikir, kayaknya poin ini bisa jadi artikel tersendiri. Baiklah, untuk lengkapnya kenapa Metro Mini dan sejenisnya sungguh brengsek akan kita buatin artikel sendiri. Sedikit bocoran, kenapa mereka brengsek? Kenapa mereka berbeda dari angkot sejenis mikrolet? Minimal, angkot sejenis mikrolet masih menghargai penumpangnya sebagai manusia. Metro Mini dan kawan-kawan? Jujur kami bingung kenapa mode transportasi yang satu ini tidak dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Ah sudahlah, tunggu saja artikel berikutnya dari MBDC.”

Dan ini tautan lengkapnya:

http://m.malesbanget.com/2011/06/tingkat-kebrengsekan-pengguna-jalan-di-jakarta/

jadi… Gimana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s