Riset Kendaraan Bertenaga Alternatif? Boleh Kok… Asaaal…

dasep1.jpg

Halo apa kabar?

Buntut dari kasus tidak lolosnya uji komisi emisi terhadap mobil listrik yang masih dalam tahap riset akhirnya memakan korban…. Dasep Ahmadi divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 17,1 miliar… WTH? Apakah hanya YHT yang berpikir kalau Pak Dasep ini hanya tumbal? Kasus yang ditimpakan adalah memperkaya diri sendiri…..

Mobil Listrik Tidak Lulus Uji Emisi – Salah Ucap, Tidak Tahu Atau Politisasi?

Rupanya hasil “penyelidikan” kejaksaan atau apalah itu menemukan bahwa Dasep hanya memodifikasi bodi bus yang dibuat PT Aska Bogor dan PT Delma Bogor. Sedangkan untuk bus listrik, Dasep membeli bus merek HINO kemudian untuk mobil listrik Dasep memodifikasi mobil Toyota Alphard.Dan pada akhirnya mobil mobil tersebut tidak bisa dijalankan sehingga diduga telah menimbulkan “kerugian” negara Rp Rp 28 miliar lebih.

YHT pikir banyak masyarakat akan merasa sedih dan terpecundangi karena semua tahu untuk memulai sesuatu dari nol itu tidak mudah dan tidak murah… Apalagi ini berkaitan dengan sebuah industri yang bangsa ini hanya memiliki sedikit sumber daya dari sisi manusia dan teknologi, otomotif. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa indistri otomotif di Indonesia sudah sangat dikuasai asing, sehingga sulit untuk bangsa ini memiliki kemandirian tanpa dukungan penuh dari pemerintah.

Naaah itulah kalimat kuncinya….”dukungan penuh dari pemerintah” sesuatu yang sudah cukup lama absen dari terhadap karya anak bangsa yang berpotensi menjadi produk massal menyaingi merk merk yang sudah bertengger enak mengumpulkan pundi pundi dari uang rakyat Indonesia…  Memang tidak sembarangan untuk bisa melakukan riset dengan potensi menjadi produk massal dengan minta dukungan pemerintah…. Kalau kita lihat dari para periset periset di belahan dunia lain (bukan alam lain lho ya…beda) kebanyakan mereka mendapatkan dana dari pihak swasta baik itu crowd funding ataupun sponsor perusahaan swasta, sehingga lebih fleksibel dan pada akhirnya sah sah saja jika digunakan untuk tujuan komersil.

Berbeda dengan di negeri tercinta ini….para pemilik merk ataupun modal sudah short term profit oriented… entah karena modalnya tanggung atau memang ngga punya visi untuk membesarkan bangsa ini melalui industri berat. Sehingga para periset di negara ini hampir pasti selalu terhalang langkahnya… Kalaupun ada yang bisa mendapat dukungan pasti ujung ujungnya cuman untuk pencitraan dan akan layu sebelum berkembang….contohnya ya Asemka Esemka dan mobi listrik inilah….mana mereka sekarang? Bahkan untuk mobil listrik dijadikan kasus karena duit pemerintah udah keburu keluar…. Sedangkan bagi mereka yang berdikari maka pemerintah tidak akan mendukung dari sisi kebijakannya kenapa? Ya itu kepentingan modal besar…you know lah dan akan gurem sehingga akan memilih jalur alternatif, seperti Fin Komodo, Gea, Tawon dll…

Jadi berinovasi industri di Indonesia (baca meriset kendaraan dengan energi alternatif)? Boleh kok…bahkan bisa….tapiii….pake modal sendiriii….jangan pake duit pemerintah terus kalo udah punya duit supaya balik modal cepet gimana dong?? Yaaa tinggal masukin tuh ploduk ploduk tiongkok dan tempel merk sendiri….hahahaha…

Mobil Listrik “Nasional” Akhirnya Lulus Uji Emisi Dan Laik Jalan? Ya Enggalah…

Gimanaaa????

 

Advertisements

2 responses to “Riset Kendaraan Bertenaga Alternatif? Boleh Kok… Asaaal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s