Ketika Kreatifitas Menembus Batas Ekonomi

Ki-Ka (Ben Subiakto, Andy Noya, Rene Suhardono, Cherany Putri, Yoris Sebastian, dan tiga finalist ide untuk Indonesia

Ki-Ka (Ben Subiakto, Andy Noya, Rene Suhardono, Cherany Putri, Yoris Sebastian, dan tiga finalist ide untuk Indonesia

Halo…afa kabar?

Ketika keadaan semakin sulit dan membuat perut melilit karena harus mencari duit…(hayaaah)…maka kita dituntut untuk semakin kreatif dalam melihat peluang berbisnis… Nah ajang Ideas for Indonesia 2015 memfasilitasi hal tersebut sehingga muncul kreatifitas dalam bidang ekonomi…

Dilansir dari indopos.co.id, bahwa ajang tersebut mencoba menggiatkan pemuda di bidang Social Entrepreneurship yang membuat tidak hanya seorang pelaku saja tapi bisa mengajak sebuah lingkungan untuk dapat menikmati hasil ekonomi yang dihasilkan dari sebuah usaha.

Ideas for Indonesia 2015 menghasilkan tiga finalis untuk bidang Social Entrepreneurship. Ketiga finalis dalam Ideafest diantaranya adalah Aang Permana. Ia melahirkan gagasan Empang Kuring Land, yaitu inisiatif untuk mengajak masyarakat kota untuk berinvestasi di bidang perikanan. Caranya dengan menawarkan petak – petak empang yang akan dikelola oleh masyarakat desa dan dijalankan dengan sistem bagi hasil.

Sedangkan Anang Setiawan melakukan Gerakan Pulang ke Desa yang menghubungkan para pengusaha entrepreneur yang berdomisili di daerah terpencil. “Caranya para investor dengan metode beli saham,” terang dia.

Sementara Putri Lestari mendirikan Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali (Sabang Merauke). Ia mengatakan, Sabang Merauke merupakan program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia.

Tujuannya yakni, membuka cakrawala anak – anak Indonesia untuk memahami pentingnya toleransi bagi masa depan mereka.Menanamkan nilai ke-Bhinekaan, sehingga mereka dapat memahami, menghargai, serta menerima keanekaragaman yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Ben Soebiakto, Festival Director Ideafest 2015 mengungkapkan, kegiatan itu hadir dengan tema Creativity With Purpose. “Kami percaya bahwa bisnis yang baik seharusnya memiliki manfaat tidak hanya bagi pemiliknya tapi juga bagi masyarakat sekitarnya,” kata dia.

Selain tiga Top 3 finalist di atas, terpilih juga satu finalis penyandang kategori The Most Promising Idea, yaitu Bening Rara GoArchipelago yang mengedepankan konsep Travel for cause Caranya dengan memberdayakan masyarakat lokal di daerah wisata untuk menjadi pelaku industri pariwisata.

Hasil dari bisnis tersebut akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha. Meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat lokal Ideafest, sebuah konferensi yang digelar oleh para pemerhati masalah sosial dan bisnis kreatifitas di Indonesia yang pertama kali diselenggarakan di tahun 2011.

Untuk tahun 2015, kegiatan itu digelar pada 7-8 Agustus. Mengusung tema Creativity with Purpose. Untuk kompetisi didukung seed funding sejumlah Rp 200 juta untuk tiga pemenang. Untuk periode ikubasi didukung GerakCepat, dan field trip ke Inggris. Gunanya untuk memajukan social entrepreneur yang berdampak di Indonesia.

Kegiatan tersebut disertai berbagai nara sumber yang inspiratif yang juga sudah sangat dikenal di bidang social enterpreneurship. Salah satunya Shivani Siroya (CEO InVenture), yang terpilih sebagai salah satu dari 50 perusahaan paling inovatif tahun 2014.

Hadir juga Nadiem Makarim (CEO Go-Jek) yang baru saja bekerjasama dengan TransJakarta untuk menghadirkan aplikasi Go Busway. Ideafest sebagai sebuah gerakan kebangkitan kreatif bertekad untuk membantu menciptakan sebuah perubahan positif bagi bangsa Indonesia.Salah satunya melalui wadah festival kreatif dua tahunan.

Sementara itu, Yoris Sebastian, founder OMG! Mengungkapkan, menyukai dengan topik Idea Fest tahun ini. “Saya pribadi akan terus mendorong anakanak muda yang ingin menjadi social entrepreneur,” tutur dia.

Selain Shivani Siroya dan Nadiem Makarim, terdapat pula beberapa pelaku bisnis kreatif. Akan berbagi ide dan inspirasi bagaimana menciptakan dan mengembangkan sebuah bisnis yang juga berdampak sosial. Beberapa nama diantaranya William Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Kevin Mintaraga (CEO Bridestory), Salman Subakat (Marketing Director Wardah Cosmetics), Melissa Sunjaya (CEO Tulisan), Carline Darjanto (CEO Cotton Ink), Indovidgram.

Masih ada pula SkinnyIndonesian24, dan Last Day Production (Content Creators), dan lebih dari 80 pembicara inspiratif lainnya. Sejalan dengan festival tersebut juga menggelar kompetisi Ideas For Indonesia. Sebuah kompetisi untuk mencari ide bisnis sosial paling inovatif dan berdampak. Setelah sebelumnya telah terseleksi 14 final.

Chaerany Putri, founder Gerak Cepat. com mengungkapkan, telah menentukan Top 3 finalists dan juga satu finalis yang menyandang kategori The Most Promising Idea. Dengan adanya 514 tantangan bisa membawa perubahan bagi Indonesia. Para finalis ini dipilih berdasarkan ide yang kreatif, orisinil, berdampak, dan konsep bisnis yang matang. Namun kami juga sangat mengapresiasi semua peserta kompetisi yang telah mendaftar karena ide  -ide mereka yang kreatif.

Temuan ide – ide tersebut jika dilanjutkan menjadi sebuah bisnis sosial, akan memberikan dampak positif bagi Indonesia. Dengan adanya kompetisi ini, Ideafest 2015 bertekad untuk menciptakan perubahan bagi bangsa Indonesia melalui industri kreatif. Membantu menciptakan sebuah perubahan positif lewat semangat social enterpreneurship di Indonesia.

Gimanaaa..?? Punya ide kreatif untuk menciptakan peluang usaha??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s