Masih Transaksi Pakai Dollar? Siap Siap Masuk Bui…

download (1)

Bank Indonesia telah menerbitkan Surat Edaran BI (SEBI) no 17/11/DKSP mengenai kewajiban penggunaan mata uang Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mulai per tanggal 1 bulan Juli setiap transaksi tunai maupun non tunai yang dilakukan di dalam wilayah NKRI harus, wajib, kudu menggunakan mata uang Rupiah dan mereka yang melanggar siap siap saja masuk bui maksimal 1 tahun atau didenda ratusan juta rupiah (ada yang bilang 100 juta yang lain bilang 200 juta, YHT sendiri lupa pastinya)….

Namun untuk transaksi non tunai yang masih menggunakan mata uang selain Rupiah (Dollar atau Euro misalnya) akan dikenai sanksi administratif berupa teguran dan denda 1% dari nilai transaksi atau maksimal 1 milyar rupiah… Nah lho….

Demikian juga untuk pencantuman harga harus dalam bentuk Rupiah, tidak dalam mata uang lain. Bahkan dual currency juga dilarang, harus hanya Rupiah.

Namun bukan berarti peraturan ini kaku karena seperti biasa sosialisasi yang instant dari pemerintah maka pasti ada penolakan dan butuh penyesuaian dalam prakteknya. Ada pengecualian dalam kewajiban penggunaan Rupiah dalam bertransaksi yaitu:

  • Transaksi tertentu dalam rangka pelaksanaan APBN
  • Penerimaan atau pemberian hibah dari atau ke luar negeri
  • Transaksi perdagangan internasional
  • Simpanan di bank dalam bentuk valuta asing
  • Transaksi pembiayan internasional

Jika entitas bisnis yang bersangkutan belum siap karena masalah sistem atau kontrak maka masih diberikan kelonggaran untuk menulis surat kepada BI untuk kemudian dievaluasi dan diberikan kelonggaran sampai batas waktu yang ditentukan. Sebagai contoh dalam hal ini perusahaan ditempat YHT bernaung yang bergerak di bidang tour dan travel, maka jika memiliki kontrak (terhadap maskapai atau hotel) yang masa berlakunya melewati tanggal 1 juli 2015 masih dibolehkan bertransaksi menggunakan dollar sebagaimana tercantum di dalam kontrak tersebut sampai berakhirnya masa kontrak, saat sudah berkahir maka wajib menggunakan rupiah untuk transaksi berikutnya (perpanjangan dll). Atau jika memiliki ijin untuk menyelenggarakan ibadah haji khusus (plus) maka bisa meminta surat dari Kementrian Agama bahwa yang menentukan harga adalah Kementrian Agama (Pemerintah) dan Kementrian Agama hanya menyediakan rekening dollar oleh karena itu penyetor (calon jamaah) mau tidak mau harus menyetor dalam bentuk Dollar.

Sebetulnya kebijakan ini lebih berdampak pada sektor manufaktur dan ekspor impor, terutama impor, karena mereka mengimpor biasanya dalam Dollar sedangkan wajib menjual dalam Rupiah…

Jadi pakai Rupiah? Siapa takut…yang penting pemerintahnya juga jangan setengah setengah menerapkan (support)… Gimana?

duit-semua-ada-disini-ardiz-tarakan

Advertisements

7 responses to “Masih Transaksi Pakai Dollar? Siap Siap Masuk Bui…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s